Pendidikan di Indonesia : Masalah, Sistem dan Kualitas

Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia, sepertinya membutuhkan waktu dan energi yang ekstra untuk bisa mengurai satu per satu seperti benang kusut. Mengapa? Rasanya sudah menjadi rahasia umum apa yang terjadi pada dunia pendidikan Indonesia, meskipun ganti presiden dan reshufel kabinet pun tetap sama, jalan ditempat. Permasalahannya adalah ketika terjadi pergantian kepemimpinan, lalu seluruh aturannya otomatis ikut berganti. Tidak bisakah menyusun sistem yang berkesinambungan meski siapapun orang yang menjalankan operasionalnya..?

Pendidikan di Indonesia : Masalah, Sistem dan Kualitas

Sepertinya perlu disusun program sistem pendidikan yang berupa master plan yang harus dikerjakan lintas pemimpin sepertinya perlu dipikirkan dan lebih-lebih di LAKSANAKAN. Komitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia perlu disadari oleh setiap individu yang berada dalam lingkaran kepentingan.

Blog rakjat djelata ingin membahas beberapa kondisi permasalahan pendidikan di Indonesia yang sering terjadi dan diberitakan di media elektronik, semoga bisa mengingatkan kembali lalu diupayakan untuk diperbaiki kedepannya, amien..

Pendidikan di Indonesia belum Merata
Harus diakui bahwa tidak mudah menjalankan pemerintahan dengan luas wilayah seperti di Indonesia, dengan gugusan pulau-pulau-nya yang membutuhkan transportasi lebih. Lihat saja contoh yang dijalankan satu tahun sekali yaitu ujian nasional, bagaimana kesulitan yang dialami saat membagikan soal ujian tersebut ke sekolah yang posisinya dipelosok negeri. Baru tahun ini ada perbaikan dengan menggunakan ujian nasional dengan komputer, meskipun masih dibeberapa kota dan sekolah saja, itupun yang di kota bukan ditempat pelosok.

Selain pemerataan perhatian pemerintah, pemerataan gizi dalam menunjang anak-anak dalam belajar pun masih kurang, akibatnya dari SDM anak-anak yang kurang mendapat perhatian pun jadi imbasnya.

Sebenarnya bukan hanya dari segi pendidikan di Indonesia saja yang kurang merata, distribusi guru-guru saja sepertinya tidak merata. Coba bandingkan sendiri sekolah yang berada dikota dan sekolah yang berlokasi dipelosok, berapa guru yang ada disekolah masing-masing..?

Butuh Dukungan Infrastruktur
Di beberapa daerah yang notabene masih terbilang dekat dengan ibukota saja, infrastruktur untuk pendidikan di Indonesia belum cukup terpenuhi. Sebut saja jembatan yang banyak sudah rusak, padahal dari jembatan tersebut banyak anak-anak sekolah yang membutuhkannya. Tapi untuk penanganannya seperti sangat kurang sekali.

Belum lagi dengan mereka yang berada dipelosok, yang memerlukan akses jalan yang baik. Mereka masih bersemangat untuk bersekolah dan rela berjalan berkilo-kilo meter untuk menggantungkan cita-cita mereka menjadi manusia dengan tingkat ekonomi yang lebih baik di masa depannya.

Fasilitas Belajar
Bicara soal fasilitas belajar, sudah barang tentu akan terjadi perbedaan bagai bumi dan langit. Disatu sisi mereka yang tinggal dikota dengan segala kemudahan yang ada seperti perpustakaan, laboratorium komputer dan UPS yang sempat bikin heboh karena kasusnya itu.

Tapi coba tengok disebagian daerah lain, jangankan laboratorium komputer dan perpustakaan, meja kursi sebagai fasilitas utama saja belum tentu tersedia. Dan mereka hanya bisa diam dan menjalani apa yang ada dengan tetap semangat.

Pendidikan Berorientasi Teori
Dari jaman ke jaman, sepertinya pendidikan di Indonesia belum banyak bergeser dari pendidikan dengan orientasi teori. Meskipun sempat ditayangkan dalam iklan di media elektronik untuk lebih meningkatkan siswa masuk ke sekolah kejuruan, namun sepertinya tidak berhasil.

Semua siswa yang telah lulus, pasti akan dinilai dari selembar kertas yang berisi angka-angka yang mungkin saja bisa direkayasa. Belum lagi beberapa hari terakhir ini, terungkapnya kasus jual beli ijazah di beberapa universitas di Indonesia. Lalu bagaimana SDM manusia di Indonesia? Wong penilaiannya saja masih dari kertas ijazah, tapi ijazahnya juga aspal (asli tapi palsu). Hanya perlu menyelesaikan 6 sks, 13 sks, 30 sks sudah bisa mendapatkan ijazah..

Mari sama-sama kita pikirkan untuk pendidikan di Indonesia menjadi lebih merata, maju dan berkualitas sehingga dapat menciptakan manusia baru yang bisa membuat peluang kerja baru. Bukan hanya lulusan yang mencai kerja saja..

No comments:


About | Contact | Privacy Policy
Copyright © Blog Radja - Powered by Blogger