Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Medan

TNI AU kembali kehilangan satu koleksi pesawatnya, yaitu Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, tepatnya di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan pada Selasa (30/06/2015) pukul 12.08 setelah terbang selama dua menit dari pangkalan udara Soewondo dengan tujuan Tanjung Pinang.

Rencananya Pesawat Hercules C-130 ini hendak mengantarkan logistik ke beberapa pangkalan TNI AU. Kejadian jatuhnya Pesawat Hercules C-130 kemarin bukanlah yang pertama kalinya, pasalnya kejadian ini sudah dua kali dialami, dan ini merupakan kecelakaan yang ketiga.

kecelakaan pesawat hercules tni au di medan 2015

Yang pertama, terjadi pada 5 Oktober 1991 di daerah Condet, diduga kecelakaan diakibatkan karena kerusakan mesin, mengingat cuaca saat itu bagus. Korban meninggal dunia dari prajurit TNI AU sebanyak 133 orang dan 2 orang dari warga sipil yang tertimpa badan pesawat.

Yang kedua, delapan belas tahun kemudian yaitu tahun 2009. Kecelakaan Pesawat Hercules C-130 kembali terjadi, kali ini di Magetan, Jawa Timur. Lokasi kejadian hanya berjarak 5,5 km dari Landasan Udara Iswahyudi. Tercatat 98 penumpang dan dua warga sipil meninggal dalam kecelakaan ini. Seperti kejadian pertama, penyebab kecelakaan diduga dari kondisi mesin pesawat, sebab cuaca juga sedang bagus waktu itu.

Dan yang ketiga, kejadian di Medan kemarin. Dua kejadian sebelumnya dikenal dengan nama Tragedi Condet dan Tragedi Magetan.

Konflik Indonesia dan Amerika pada saat terjadi ketegangan di Timor Leste, diduga menjadi awal permasalahan Pesawat Hercules C-130 yang dibeli dari Amerika pada tahun 1964. Kala itu, Amerika menghentikan seluruh suplay alutsista termasuk suku cadangnya.

Namun ada sedikit informasi yang membuka mata publik dari kecelakaan Pesawat Hercules C-130 di Medan, apa itu? Adanya penumpang dari kerabat perwira TNI AU yang turut dalam penerbangan tersebut dengan status warga sipil. Lho kok bisa? Apakah ini ajang komersialisasi? Jika benar, ini merupakan sebuah pelanggaran. Pesawat Hercules C-130 tidak untuk mengangkut penumpang warga sipil, kecuali ada bencana alam dan diperbantukan.

Sungguh miris melihat tragedi kecelakaan Pesawat Hercules C-130 ini, alutsista Indonesia habis satu per satu tanpa berperang melawan musuh. Prajurit-prajurit terbaik bangsa Indonesia harus kehilangan nyawa dengan cara sia-sia seperti ini. Sampai-sampai ada kata-kata yang menyindir, Indonesia tidak perlu diajak berperang karena pesawat beserta prajuritnya akan habis dengan sendirinya. Sungguh miris mendengar kata-kata tersebut.

Memang kematian adalah rahasia dan takdir illahi, tapi kita sebagai manusia perlu mengupayakan dengan maksimal untuk menimimalisir kecelakaan. Jika sudah terjadi sampai tiga kali seperti ini bagaimana pendapat anda?

No comments:


About | Contact | Privacy Policy
Copyright © Blog Radja - Powered by Blogger