Beberapa hari terakhir ini di Jogja sedang heboh akibar beredarnya
iklan melalui SMS dan media sosial yang mengajak mahasiswa untuk donor
sperma. Dengan mengatasnamakan Fakultas Kedokteran UGM, oknum penyebar
iklan beralasan bahwa sperma akan digunakan sebagai sampel untuk
penelitian.
Pihak
UGM sendiri langsung mengadakan jumpa pers dan menyatakan bahwa
pihaknya tidak pernah menyuruh mahasiswanya untuk melakukan hal tersebut
hanya untuk penelitian, karena UGM sudah memiliki fasilitas sendiri
dari laboratorium untuk bahan apapun yang akan digunakan untuk
penelitian.
Iklan yang mengandung kata-kata yang tidak
etis tersebut menjadi pembicaraan yang hangat, banyak tanggapan dari
mahasiswa yang mengecam tindakan tersebut. Didalam iklan tersebut
menyatakan bahwa untuk menjadi pendonor akan diberi imbalan sebesar Rp.
50.000,-.
