Katanya Wakil Rakyat, kok tidak Pro Rakyat?

Ditengah carut marut ekonomi pada 2015 ini, rakyat Indonesia sepertinya harus berusaha sendiri. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi pelemahan rupiah yang terus terjun bebas hanya memberikan paket hemat, itupun dibagi menjadi beberapa bagian supaya irit. Kebijakan pun dibuat setelah ribuah buruh pabrik di Indonesia terkena PHK akibat rupiah yang terus tergerus dollar. Terlambat?

katanya wakil rakyat tapi kok tidak pro rakyat

Pekerja dari rakyat sendiri banyak yang di PHK, tapi disisi lain justru pekerja asing didatangkan dari negeri korea dan ternyata mereka hanya tukang batu. Wah kalau cuma tukang batu mah mau minta berapa ratus ribu orang di Indonesia masih ada tuh mereka yang kena PHK, mereka yang pengangguran.. Haduhh panas nih..

Dan sekarang, yang katanya wakil rakyat meminta tunjangan atas diri mereka dinaikkan. Tidak tanggung-tanggung segala fasilitas mewah minta ditambah dana tunjangannya. Tidak peka kah mereka dengan keadaan rakyat yang masih menjerit ini?

Kalau sudah seperti ini, sebenarnya rakyat mana yang mereka wakili sih? Jika sama rakyat Indonesia mereka tega memperlakukannya seperti itu. Jika rakyat tidak percaya lagi dan tidak memilih wakil rakyat, katanya HARAM..!! Padahal rakyat hanya memberikan reaksi atas aksi-aksi dari yang mereka perlihatkan dengan tidak hormat yang katanya dewan terhormat.

Sepertinya ucapan Gus Dur beberapa tahun yang lalu memang benar adanya ya.. Dulu semua orang berang, kuping merah, mengecam pernyataan Gus Dur, tapi belakangan barulah rakyat sadar bahwa ucapan Gus Dur memang nyata. Hahahahaaaa...

About | Contact | Privacy Policy
Copyright © Blog Radja - Powered by Blogger