Mega proyek tol lintas jawa telah diresmikan pada Juni 2015 lalu dengan jalur Cikopo-Palimanan atau lebih dikenal dengan tol Cipali. Jalan tol dengan panjang 116 km merupakan jalan tol terpanjang saat ini. Dengan adanya jalan tol Cipali ini, tingkat arus mudik 2015 bisa berkurang 40% di jalur pantura. Sebuah solusi yang cukup melegakan para pemudik.
Namun ternyata tol Cipali memiliki kelemahan, jalan tol yang masih baru ini masih minim fasilitas baik itu penerangan saat malam hari maupun rest area yang baru ada dua buah di kedua sisi jalur dari yang seharusnya masing-masing 4 buah, atau total rest area 8 buah.
Dari panjang jalur 116 km dengan jalan yang hampir seluruhnya lurus, ditambah fasilitas rest area yang belum memadai diduga menjadi penyebab kelelahan para pengemudi jalur tol Cipali ini. Dengan jalur panjang yang lurus, diduga merupakan penyebab faktor kebosanan para pengendara. Bisa jadi, selain itu kebanyakan melihat jalur yang lurus, pengendara kurang waspada dengan menambah kecepatan lebih tinggi. Tak ayal, jika tol Cipali sudah memakan puluhan kali kecelakaan, dari korban yang luka-luka sampai meninggal dunia.
Sungguh ironis, jalan tol yang seharusnya menjadi solusi justru menambah permasalahan baru. Banyak pihak menduga, pembukaan tol Cipali tergesa-gesa karena hendak mengejar momen mudik 2015 yang pasti banyak dilewati pemudik. Meskipun harga tiket tol Cipali masih di diskon, tapi kalau untuk keselamatan sepatutnya tidak ada diskon.
Semoga fasilitas di tol Cipali cepat terpenuhi guna kenyamanan dan keselamatan pengendara yang akhirnya benar-benar bisa menjadi solusi nyata bagi kemacetan pada saat arus mudik lebaran setiap tahunnya.
Namun ternyata tol Cipali memiliki kelemahan, jalan tol yang masih baru ini masih minim fasilitas baik itu penerangan saat malam hari maupun rest area yang baru ada dua buah di kedua sisi jalur dari yang seharusnya masing-masing 4 buah, atau total rest area 8 buah.
Dari panjang jalur 116 km dengan jalan yang hampir seluruhnya lurus, ditambah fasilitas rest area yang belum memadai diduga menjadi penyebab kelelahan para pengemudi jalur tol Cipali ini. Dengan jalur panjang yang lurus, diduga merupakan penyebab faktor kebosanan para pengendara. Bisa jadi, selain itu kebanyakan melihat jalur yang lurus, pengendara kurang waspada dengan menambah kecepatan lebih tinggi. Tak ayal, jika tol Cipali sudah memakan puluhan kali kecelakaan, dari korban yang luka-luka sampai meninggal dunia.
Sungguh ironis, jalan tol yang seharusnya menjadi solusi justru menambah permasalahan baru. Banyak pihak menduga, pembukaan tol Cipali tergesa-gesa karena hendak mengejar momen mudik 2015 yang pasti banyak dilewati pemudik. Meskipun harga tiket tol Cipali masih di diskon, tapi kalau untuk keselamatan sepatutnya tidak ada diskon.
Semoga fasilitas di tol Cipali cepat terpenuhi guna kenyamanan dan keselamatan pengendara yang akhirnya benar-benar bisa menjadi solusi nyata bagi kemacetan pada saat arus mudik lebaran setiap tahunnya.



